Kamis 18.12.2008

Total Nilai Basa - (Total Base Number, TBN)


Pengujian ini berhubungan erat dengan aplikasi pelumas mesin diesel dan tidak relevan pada aplikasi pelumas roda gigi, hidrolik dan turbin. Aditif basa pada pelumas berfungsi menetralkan kondisi asam yang terjadi hasil proses pembakaran (utamanya asam surfuric dan nitrit), asam organic dari hasil oksidasi pelumas dalam proses penuaan (aging). Total nilai basa (TBN) pelumas menunjukkan kemampuan pelumas dalam menetralkan kondisi keasaman pada mesin.
Pemilihan nilai basa pelumas untuk suatu mesin di sesuaikan dengan pertimbangan jenis bahan bakar yang di pakai, kandungan sulfur, dan design mesin itu sendiri. Penurunan nilai basa pelumas bekas‐pakai (used oil) dari hasil analisa pelumas, menunjukkan degradasi aditif basa terhadap polutan asam serta indikasi kelayakan penggunaan kembali pelumas tersebut.

Nilai basa (TBN) pada mesin diesel jenis trunk (trunk piston engines – bukan crosshead), akan bertendensi turun akibat polutan dari proses pembakaran. Tetapi nilai kesetabilan akan tercapai pada suatu titik dan terjaga dengan penambahan pelumas baru secara berkala (top‐up). TBN pada bagian sistim pelumasan bearing (system oil) mesin 2 langkah crosshead (2 con‐rod tiap piston), dapat meningkat sebagai akibat kebocoran pelumas dengan TBN tinggi – umumnya dari kebocoran pelumas ruang bakar pada stuffing box, atau kesalahan dalam penambahan jenis pelumas (daily top‐up).

Penurunan TBN pelumas sekitar 50% dari nilai awal mengindikasikan masa pakai pelumas mendekati periode penggantian. Indikasi lain yang juga dapat di jadikan acuan; minimum nilai basa pelumas adalah tujuh kali dari nilai sulfur bbm yang di pakai (TBN = 7 x Sulfur).
Pada kondisi pelumas seperti di atas, para produsen pelumas sering kali menyarankan penggantian pelumas secara keseluruhan, atau sebagian lalu di tambahkan pelumas baru agar niai basa pelumas dalam batas yang aman. Rekomendasi ini juga sangat tergantung pada buku petunjuk masing‐masing produsen mesin/peralatan yang di lumasi.

TBN = 7 x Kadar Sulfur BBM

Untuk mudahnya, pedoman pemilihan TBN pelumas adalah jenis bahan bakar yang di pakai dengan parameter utama adalah kadar sulfur, parameter lain adalah laju konsumsi pelumas dan kapasitas bak pelumas (sump tank).

Turunnya TBN di sebabkan;
• Konsumsi pelumas yang rendah, berkaitan dengan jumlah top‐up harian yang rendah pula
• Kapasitas tampung bak pelumas mesin yang kecil
• Penggunaan bbm dengan kadar sulfur yang tinggi

TBN yang rendah pada pelumas bekas‐pakai (used oil) menunjukkan minimnya proteksi dari sisi pelumas terhadap resiko korosi pada bagian mesin; seputar mahkota piston bagian atas, ring piston, dan bantalan (bearing). Hal yang sama juga akan terjadi pada bagian mesin lainnya serta sistim pendinginan piston dengan media pelumas.
TBN pada mesin berbahan bakar gas, sering kali menggunakan paket aditif dengan abu yang rendah (low ash additive). Magnesium sering dipakai sebagai aditif dalam aplikasi otomotif dengan kecendrungan menggunakan garam kalsium (calcium salt). Pemilihan aditif jenis low ash juga di dasari resiko penyalaan dini (pre‐ignition) dari bahan bakar gas di dalam ruang bakar. TBN dalam aplikasi mesin BBG, dapat turun dengan cepat akibat kondisi kerja yang tinggi, terutama pada aplikasi landfill gas – dimana bahan bakar menjadi polutan
utama pada pelumas.

Nilai TBN

Aplikasi

5

» Pelumasan system oils, pada mesin 2 tak – crosshead.
» Diesel putaran tinggi dengan bahan bakar gas dan destilasi.
» Pengguna bahan bakar dengan < 0.2% sulfur, aplikasi otomotif.

10

» Aplikasi otomotif.
» Diesel putaran tinggi dengan bahan bakar destilasi ber‐sulfur < 0.5%, & diesel gas oil.

15

» Diesel putaran tinggi dan menengah berbahan bakar minyak diesel destilasi.

20

» Diesel putaran tinggi dengan bahan bakar gas dan destilasi.
» Pengguna bahan bakar dengan < 2% sulfur (DMC maksimum).
» Mesin bantu dengan bahan bakar campur.

30 ~ 40

» Diesel putaran menengah dengan bahan bakar residual (minyak bakar / MFO/ HFO).

40 ~ 55

» Pelumasan mesin diesel putaran menengah dengan kapasitas bak dan konsumsi pelumas yang kecil (anti‐polishing ring)

>60 ~ 100

» Pelumasan cylinder oils, pada mesin diesel 2 tak – crosshead..




ebahagia - Dec2008

Bursa kerja
1. 5 jurus ampuh mendeteksi pelumas palsu

Bisnis pelumas sangat mirip bisnis racik-meracik cocktail ala bartender dengan penggunaan bahan yang sebagian besar sudah di sediakan oleh supplier minuman. Selain citarasa, harga minuman sangat menentukan penerimaan pasar/pelanggan pada produk yang di tawarkan. Sedangkan hiasan pada penyajian minuman dan atraksi lempar botol dari bartender adalah seni menjual dalam menarik minat calon pelanggan

2. Total Nilai Basa Pelumas

Penurunan TBN pelumas sekitar 50% dari nilai awal mengindikasikan masa pakai pelumas mendekati periode penggantian. Indikasi lain yang juga dapat di jadikan acuan; minimum nilai basa pelumas adalah tujuh kali dari nilai sulfur bbm yang di pakai
(TBN = 7 x Sulfur).

3. Konsumsi BBM Mesin Diesel

Keputusan membeli mesin diesel adalah sesuatu keputusan yang sangat penting serta memerlukan kertimbangan mendalam. Biaya operasional BBM tahunan sekitar 6 hingga 15 kali harga mesin diesel putaran tinggi.

IMarE © 2008 | Privacy Policy           Beranda | Tentang IMarE | Berita | Buletin | Artikel | Lubes Clinic | Kontak |